Pengembangan Materi Pembelajaran

|


A. Pengertian.

Materi pembelajaran (instructional materials) adalah bahan yang diperlukan untuk pembentukan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dikuasai siswa dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

Materi Pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum yang harus di persiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Materi yang dipilih untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar .

B. Jenis – Jenis Materi Pembelajaran.

  1. Materi fakta :

Segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama-nama obyek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya

Contoh : Peristiwa gempa di Jogjakarta.

  1. Materi Konsep :

Segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakekat, inti /isi dan sebagainya.

Contoh : Definisi masyarakat.

  1. Materi Prinsip :

Berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting , meliputi dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema, serta hubungan antar konsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat.

Contoh : Paradima Konflik à konflik social à akomodasi à integrasi.

  1. Materi Prosedur :

Meliputi langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem.

Contoh : Tahap- tahap sosialisasi.

  1. Materi Sikap atau nilai :

Merupakan hasil belajar aspek afektif, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar serta bekerja, dsb. Contoh : Interaksi sosial dan dinamika sosial, Sosialisasi dan pembentukan kepribadian , dsb.

C. Prinsip – Prinsip Pengembangan Materi Pembelajaran

  1. Prinsip Relevansi :

Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Jika kemampaun yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi yang lain.

  1. Prinsip Konsistensi :

Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa ada empat macam, maka materi yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam.

  1. Prinsip Kecukupan :

Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak.

D. Urutan Materi Pembelajaran

  1. Pendekatan Prosedural

Urutan materi pembelajaran secara prosedural menggambarkan langkah - langkah secara urut sesuai dengan langkah - langkah melak sanakan suatu tugas. Misalnya langkah - langkah menelpon, langkah-langkah mengoperasikan peralatan kamera video, cara menginstalasi program computer dan sebagainya.

  1. Pendekatan Hierarkis

Urutan materi pembelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Materi sebelumnya harus dipelajari dahulu sebagai prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.

E. Sumber Belajar

Sumber Belajar adalah rujukan, artinya dari berbagai sumber belajar tersebut seorang guru harus melakukan analisa dan mengumpulkan materi yang sesuai

untuk dikembangkan dalam bentuk Bahan Ajar. Berbagai sumber dapat kita gunakan untuk mendapatkan materi pembelajaran tertentu. Pilihan tersebut harus tetap mengacu pada setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran harus diperhatikan apakah materinya berupa aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, prosedur) aspek afektif, atau aspek psikomotorik, serta memperhatikan keluasan dan kedalaman materinya .

Jenis sumber belajar meliputi :

  1. Buku
  2. Laporan hasil penelitian
  3. Jurnal (hasil penelitian dan pemikiran ilmiah)
  4. Majalah ilmiah
  5. Kajian Pakar bidang studi
  6. Karya Profesional
  7. Dokumen Kurikulum
  8. Penerbitan berkala seperti harian, mingguan, dan bulanan.
  9. Internet.
  10. Multimedia (TV, Video, VCD, kaset audio, dsb)
  11. Lingkungan:alam, sosial, seni budaya, teknik, industri, ekonomi.

F. Penentuan Materi Pembelajaran.

1. Identifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar, meliputi:

a. Ranah Kognitif : Jika kompetensi yang ditetapkan meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan penilaian.

b. Ranah Psikomotorik : Jika kompetensi yang ditetapkan meliputi gerak awal, semi rutin, dan rutin.

c. Ranah Afektif (Sikap) : Jika kompetensi yang ditetapkan meliputi pemberian respons, apresiasi, penilaian, dan internalisasi.

2. Identifikasi Jenis-Jenis Materi Pembelajaran

a. Tentukan Kompetensi dasar yang akan dipelajari.

b. Pilih materi pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar ( materi tentang fakta, konsep, prinsip, prosedur atau sikap ).

G. Urutan penyajian Materi Pembelajaran

Berdasarkan cakupan materi :

  1. Penyampaian Simultan : materi secara keseluruhan disajikan secara serentak, kemudian diperdalam satu demi satu.
  2. Penyampaian Suksesif : materi satu demi satu disajikan secara mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya secara mendalam pula.

Pernyajian materi pembelajaran berdasarkan jenis materi :

1. Penyampaian Fakta

Jika guru harus manyajikan materi pembelajaran jenis fakta (nama-nama benda, nama tempat, peristiwa sejarah, nama orang, nama lambang atau simbol, dsb.) .

Langkah-langkah menyampaikan materi pembelajaran jenis fakta :

a. Sajikan fakta

b. Berikan bantuan untuk materi yang harus dihafal

c. Berikan soal-soal mengingat kembali (review)

d. Berikan umpan balik

e. Berikan tes.


2. Penyampaian Konsep

Materi pembelajaran jenis konsep adalah materi berupa definisi atau pengertian. Tujuan mempelajari konsep adalah agar siswa paham, dapat menunjukkan ciri-ciri, unsur, membedakan, membandingkan, menggeneralisasi, dsb.

Langkah-langkah menyampaikan materi pembelajaran jenis konsep:

a. Sajikan Konsep

b. Berikan bantuan (berupa inti isi, ciri-ciri pokok, contoh dan bukan contoh)

c. Berikan soal-soal latihan dan tugas

d. Berikan umpan balik

e. Berikan tes


3. Penyampaian materi Prinsip

Termasuk materi pembelajaran jenis prinsip adalah dalil, rumus, hukum (law),

postulat, teorema, dsb.

Langkah-langkah menyampaikan materi pembelajaran jenis prinsip :

a. Berikan prinsip

b. Berikan bantuan berupa contoh penerapan prinsip

c. Berikan soal-soal latihan

d. Berikan umpan balik

e. Berikan tes.

4. Penyampaian materi Prosedur

Materi pembelajaran yang berjenis prosedur adalah langkah-langkah mengerjakan suatu tugas secara urut.

Misalnya langkah-langkah menghidupkan televisi, menghidupkan dan mematikan kom puter.

Langkah-langkah mengajarkan prosedur meliputi:

a. Menyajikan prosedur

b. Pemberian bantuan dengan jalan mendemonstrasikan bagaimana cara melaksanakan prosedur

c. Memberikan latihan (praktek)

d. Memberikan umpan balik

e. Memberikan tes.


5. Menyampaikan materi Sikap (afektif)

Termasuk materi pembelajaran aspek sikap (afektif) adalah pemberian respons, penerimaan suatu nilai, internalisasi, dan penilaian.

Beberapa strategi mengajarkan materi aspek sikap antara lain:

a. penciptaan kondisi,

b. pemodelan atau contoh,

c. demonstrasi,

d. simulasi,

e. penyampaian ajaran atau dogma.

Semoga bermanfaat.

Didik Widiawan Sukmadi

SMA Negeri 2 Solo

Jawa Tengah

0 komentar:

Poskan Komentar